Example floating
Example floating
BeritaEdukasiHeadlineNasional

Empat Guru Besar Baru Faperta Unsrat Dikukuhkan Prof. Dedie Tooy: Ini Dorongan untuk Ketahanan Pangan dan Green Economy

81
×

Empat Guru Besar Baru Faperta Unsrat Dikukuhkan Prof. Dedie Tooy: Ini Dorongan untuk Ketahanan Pangan dan Green Economy

Sebarkan artikel ini

MANADO, MSN
Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) resmi memiliki tambahan empat guru besar. Keempat profesor tersebut dikukuhkan secara langsung oleh Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN, dalam sidang terbuka senat yang berlangsung khidmat di Gedung Auditorium Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, Kamis (7/5/2026).

Mereka yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Dedie Tooy, M.Si., Ph.D. (Dekan Faperta Unsrat), Prof. Dr. Ir. Dantje Tarore, M.S., Prof. Dr. Ir. Betsy A.N. Pinaria, M.S., serta Prof. Dr. Ir. Leonardus R. Rengkung, M.E.

Usai pengukuhan, acara dilanjutkan dengan syukuran di lingkungan Faperta Unsrat yang diawali ibadah dan diakhiri ramah tamah.

Dalam wawancaranya, Prof. Dedie Tooy yang juga menjabat sebagai Dekan Faperta mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Baginya, gelar profesor merupakan jabatan akademik tertinggi sekaligus bentuk penghargaan. Namun, ia menekankan bahwa di balik itu semua ada proses panjang yang harus dilalui.

“Harapannya tentu seperti yang digaungkan Dikti Saintek, yaitu berdampak. Dengan adanya guru besar, kami bisa memberikan lebih banyak hal kepada mahasiswa, sesama dosen, dan masyarakat luas, khususnya di Sulawesi Utara dan Indonesia. Bidang pertanian erat kaitannya dengan ketahanan pangan dan isu green economy yang sedang ramai,” ujar Prof. Dedie.

Foto bersama Rektor dengan Guru Besar Unsrat yang baru dikukuhkan.
Foto bersama Rektor dengan Guru Besar Unsrat yang baru dikukuhkan.

Ia merinci bahwa dari empat guru besar baru Faperta, dua orang berasal dari bidang hama dan penyakit tanaman, satu dari agribisnis, dan satu dari teknik pertanian. Prof. Dedie berharap kehadiran mereka mampu meningkatkan potensi pertanian di Sulawesi Utara ke jenjang yang lebih tinggi.

“Proteksi tanaman penting agar pangan terlindungi dan tanaman tumbuh sehat. Sementara teknik pertanian menghadirkan inovasi teknologi, peralatan, serta sistem yang dapat mempercepat proses dan memperpanjang masa simpan hasil panen,” jelasnya.

Secara terpisah sebelumnya, Rektor Unsrat dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan 10 guru besar (termasuk empat dari Faperta) merupakan penguatan signifikan sumber daya manusia di perguruan tinggi kebanggaan Sulawesi Utara itu. Ia menyebut gelar profesor bukan hanya kebanggaan pribadi, melainkan aset berharga bagi daerah, keluarga, dan universitas.

Mengutip pemikiran Ki Hadjar Dewantara, Rektor mengingatkan bahwa pendidikan adalah tempat tumbuhnya budi pekerti dan pikiran. Seorang guru besar tidak hanya bergelut dengan data dan riset, tetapi juga harus tampil sebagai penuntun dan teladan bagi generasi muda.

“Prosesi pengukuhan ini bukanlah garis finis. Ini adalah gerbang menuju tanggung jawab yang lebih besar terhadap masyarakat,” pungkas Rektor Unsrat. (sonny dinar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *