Example floating
Example floating
Politik

Sulut Rugi, Jems Tuuk Desak Tambah Bibit Coklat dan Kelapa Dalam

276
×

Sulut Rugi, Jems Tuuk Desak Tambah Bibit Coklat dan Kelapa Dalam

Sebarkan artikel ini

MANADO, MSN

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Julius Jems Tuuk meminta pemerintah  untuk melakukan penanaman coklat dan kelapa dalam. Apalagi harga coklat sekarang sedang tinggi.

Tuuk menyampaikan, kalau bisa Dinas Perkebunan Sulut memberikan kase 100 ribu pohon atau 500 ribu pohon coklat. Dinas Perkebunan ternyata menurutnya, tidak menambah jumlah pohon coklat. Padahal sebelumnya harga coklat hanya Rp35 ribu per kilogram (kg), sementara sekarang pada dua bulan lalu mencapai Rp155 ribu per kg harga coklat. “Kalau itu kita biaya, ini satu tahun dia so babuah kalau tanam coklat 1 hektare, itu dia setiap bulan berbuah. Kalau kita tanam 1 hektare sama dengan 10 hektare kelapa dalam karena coklat setiap bulan babuah. Pak sekprov (Sekretaris Provinsi)  kita kehilangan Rp1,8 triliun uang rakyat di Sulut,” ujar Tuuk dalam rapat pembahasan KUA-PPAS, Selasa (30/7/2024), di ruang rapat paripurna DPRD Sulut.

Dijelaskannya pula, ada yang mau beli kelapa dalam, tapi kelapa dalam di Sulut masih terbilang kurang. “Kita kekurangan kelapa dalam di Sulut, berapa pun mereka mau ambil. Ada data setiap bulan antara 40-120 batang kelapa artinya sudah dipotong dan dikirim. Pada masa pak Kepala Dinas Perkebunan  Refly Ngantung berusaha memenuhi itu dengan pengadaan bibit kelapa yang banyak,” jelas Tuuk.

“Bisakah dengan data ini bisa memenuhi bibit kelapa dalam dan coklat? Kalau coklat torang tanam 2025, pada tahun 2027 panen. Dana dia panen tiap bulan. Di usia satu tahun Rp17 juta penghasilan per bulan. Di dua tahun Rp17 stenga juta perbulan,” katanya. (aoat)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *