MINAHASA, MSN
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sonder, Sulawesi Utara (Sulut), mendapatkan suntikan dana segar untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan vokasi. Sekolah ini tercatat sebagai salah satu penerima manfaat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digulirkan oleh Direktorat SMK, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Program strategis nasional ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan relevansi lulusan SMK dengan kebutuhan dunia kerja. Secara spesifik, revitalisasi ditujukan untuk. Memutakhirkan fasilitas praktik dan ruang teori agar sesuai dengan standar industri. Meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui pendampingan. Memperkuat link and match antara sekolah dengan dunia usaha dan industri (DUDI). Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, modern, dan mampu memotivasi siswa.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Pemerintah mengalokasikan bantuan senilai Rp 1.699.037.000,00 (Satu Miliar Enam Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Tiga Puluh Tujuh Ribu Rupiah) kepada SMKN 1 Sonder. Anggaran yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 ini akan dikelola dan diawasi oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) setempat, dengan target waktu pelaksanaan selama 66 hari kalender.
Kepala SMKN 1 Sonder, Olga Yuula Posumah, S.Pd., menyambut baik program ini dan menyatakan bahwa rehabilitasi ruang belajar sudah dimulai. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Sebanyak 14 ruang kelas akan direhabilitasi secara bertahap. Saat ini, dua kelas di antaranya sudah memasuki tahap finishing,” kata Olga saat dikonfirmasi pada Kamis (6/11/2025).
Melalui program ini, diharapkan SMKN 1 Sonder dapat menjadi lembaga pendidikan vokasi yang lebih berdaya saing, menghasilkan lulusan yang siap kerja, dan berkontribusi langsung pada pembangunan ekonomi daerah maupun nasional. (sonny dinar)













