BITUNG, MSN
Kepala SMKN 5 Bitung, Meiske Makadada, S.Pd., mengungkapkan keprihatinannya atas minimnya tenaga pengajar untuk mata pelajaran umum di sekolah tersebut. Hingga saat ini, SMKN 5 Bitung masih kekurangan guru untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, PPKn )Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) dan Sejarah.
“Tidak ada guru. Kami sudah berkali-kali mengajukan permohonan (ke Dinas Pendidikan Provinsi, red). Untuk saat ini, kami memberdayakan guru yang ada,” kata Meiske pada Rabu (16/7/2025).
Meski menghadapi kendala tersebut, SMKN 5 Bitung tetap menunjukkan keunggulannya melalui tiga program keahlian, yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Pendinginan dan Tata Udara, serta Teknik Otomasi Industri. Dua program terakhir bahkan menjadi unggulan sekolah ini.
“Hanya ada di sini. Satu-satunya di Sulawesi Utara,” tegas Meiske bangga.
Untuk tahun ajaran 2025/2026, SMKN 5 Bitung mengatur pembagian kelas menjadi 9 rombongan belajar (rombel). Dengan program keahlian yang langka dan dibutuhkan di dunia industri, sekolah ini terus berupaya memberikan pendidikan terbaik meski terkendala keterbatasan tenaga pengajar.
Dinas Pendidikan setempat diharapkan segera menindaklanjuti permohonan sekolah agar proses belajar mengajar, khususnya untuk mata pelajaran umum, dapat berjalan lebih optimal. (sonny dinar)













