MANADO, MSN
Perpustakaan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar, meningkatkan minat baca, serta menyediakan sumber informasi bagi siswa dan guru. Selain itu, perpustakaan juga membantu pengembangan kemampuan belajar mandiri dan perluasan wawasan. Namun, di Sulawesi Utara (Sulut), baru tiga sekolah yang berhasil meraih akreditasi perpustakaan.
Sekolah tersebut adalah SMAN 1 Manado dan SMKN 1 Manado dengan akreditasi B, serta SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon yang meraih akreditasi A.
Plt. Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan Daerah Daerah Provinsi Sulut, Teresia T. Sompie, SH, MSi, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Jouke Lembong, SPd, MPd, menegaskan bahwa keberhasilan akreditasi bergantung pada komitmen kepala sekolah.
“Semua kembali kepada masing-masing kepala sekolah, apakah mereka memiliki komitmen atau tidak,” ujarnya, Senin (28/7/2025).

Untuk meraih akreditasi, perpustakaan sekolah harus memenuhi sejumlah persyaratan, meliputi koleksi buku, sarana prasarana, pelayanan, tenaga pengelola, penyelenggaraan, pengelolaan, inovasi, dan tingkat kegemaran membaca. Beberapa kriteria yang harus dipenuhi antara lain ruangan ber-AC agar nyaman bagi siswa, minimal lima petugas perpustakaan, serta kapasitas ruangan yang dapat menampung setidaknya satu kelas.
Dinas Perpustakaan Daerah Sulut telah mengusulkan sejumlah sekolah untuk mengikuti proses akreditasi tahun 2025, di antaranya: SMKN 2 Manado, SMAN 3 Manado, SMAN 4 Manado, SMKN 5 Manado, SMKN 6 Manado, SMAN 7 Manado, SMAN 8 Manado, SMAN 9 Manado, SMAN 10 Manado, SMKN 1 Minahasa Utara, SMAS Katolik Frater Don Bosco, SMAS Pertiwi Manado, SMAS Katolik Rex Mundi, MAN 1 Kotamobagu, SMP 2 Eben Haezar, SMP Katolik Stella Maris Tomohon, Perpustakaan SMAN 1 Tondano, SMAN 1 Tondano, SMKN 1 Tondano, SMAN 1 Amurang, SMKN 1 Amurang.
Harapannya, dengan peningkatan akreditasi, perpustakaan sekolah di Sulut dapat lebih berkontribusi dalam menunjang kualitas pendidikan. (sonny dinar)













