
Amurang, MSN
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2025
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sultan Raja Amurang Pada (6/8/2025) dibuka oleh Sekdakab Minsel Glady Kawatu SH MSi ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPPI Sulut Lessya, Lettu Inf Jontje Marten Wulur Mewakili Dandim 1302 Minahasa, AKP Kurt Mewakili Kapolres Minsel, Rudolof Faujan Susanto SH Mewakili KPN Minsel, Pdt. Dr. Jemmy Sinubu M.Th Rohaniawan, pengurus DPPI Minsel dan Para Peserta Diklat Calon Paskibraka.
Sekdakab Minsel Glady Kawatu SH MSi dalam sambutannya menyampaikan bahwa, menjadi bagian dari Paskibraka bukanlah hal yang sederhana. ini adalah tugas mulia yang tidak hanya memerlukan kedisiplinan dan fisik yang kuat, tetapi juga jiwa nasionalisme, kepemimpinan, dan cinta tanah air yang tinggi.
“Kalian adalah generasi terpilih putra-putri terbaik Minsel yang dipersiapkan untuk mengibarkan sang merah putih pada peringatan hari ulang tahun kemerdekaan republik indonesia mendatang,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, pendidikan dan pelatihan yang akan saudara ikuti adalah proses pembentukan karakter dan pembelajaran nilai-nilai luhur bangsa. bukan semata- mata latihan baris-berbaris, tetapi juga pendidikan ideologis, pembinaan mental, dan penguatan nilai kebangsaan berdasarkan pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada Jajaran Badan Kesbangpol yang telah melaksanakan program ini secara sistematis dan terarah, serta kepada para pembina dan pelatih dengan penuh dedikasi membimbing anak-anak kita menjadi pribadi unggul dan berintegritas,” ujarnya.
Sementara dikesempatan yang sama Kepala Badan Kesbangpol Minsel Ifke Pondaag menyampaikan bahwa, momen ini merupakan pembuktian kebangkitan semangat juang generasi muda Indonesia, khususnya generasi Minsel, yang akan membawa semangat Pancasila di dada dan menjadikannya sebagai nafas dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjadi calon Paskibraka bukanlah perkara mudah. Ini bukan sekadar berdiri tegap di lapangan. Ini adalah simbol integritas, kehormatan, keteladanan, dan kebangsaan bagi anak bangsa terbaik,” tandasnya.
Lanjut Dia mengatakan, kalian adalah wajah masa depan anak negeri yang lahir di bumi Indonesia. Oleh karena itu pegang tegung nilai Pancasila, hiduplah dalam semangat belajar, tidak hanya dari buku, tetapi juga dari pengalaman, dari masyarakat, dari budaya lokal yang kita cintai.
“Saya yakin, jika kalian dibentuk dalam semangat gotong royong, kebhinekaan, keadilan sosial, dan nasionalisme sejati, kalian akan siap menghadapi semuanya dengan kepala tegak dan hati tenang,” tandasnya.(dav)













