Example floating
Example floating
BeritaEdukasiEkonomi dan BisnisHeadline

Prestasi Galeri Investasi FEB Unsrat: Transaksi Capai Rp48,5 Miliar di 2025

29
×

Prestasi Galeri Investasi FEB Unsrat: Transaksi Capai Rp48,5 Miliar di 2025

Sebarkan artikel ini
Willem J. Alfa Tumbuan, SE, MSc, PhD.
Willem J. Alfa Tumbuan, SE, MSc, PhD.

MANADO, MSN
Galeri Investasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun 2025. Nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp48,5 miliar, sebuah lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB Unsrat, Willem J. Alfa Tumbuan, SE, MSc, PhD. Ia mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Desember 2025, akumulasi nilai transaksi Galeri Investasi FEB Unsrat tercatat sebesar Rp48.548.569.800, dengan jumlah investor sebanyak 527 orang.

Angka ini menunjukkan peningkatan tajam dibandingkan capaian di tahun 2024. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, akumulasi nilai transaksi hanya sebesar Rp25.655.285.000, dengan jumlah investor 461 orang. Dengan demikian, terjadi kenaikan nilai transaksi hampir 100 persen secara tahunan, sementara jumlah investor bertambah sekitar 66 orang.

Meskipun capaian tahun 2025 terbilang tinggi, Wakil Dekan III menambahkan bahwa rekor nilai transaksi tertinggi Galeri Investasi FEB Unsrat sebenarnya terjadi pada tahun 2021, di mana akumulasi transaksi mencapai Rp82.345.455.900. Uniknya, lonjakan tersebut hanya ditopang oleh 276 investor. Fenomena ini disebut terjadi karena tingginya aktivitas investasi masyarakat selama masa pandemi COVID-19.

Terkait partisipasi mahasiswa dalam berbagai skema kompetisi, ia mengakui bahwa antusiasme masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, mahasiswa cenderung lebih fokus pada aktivitas investasi langsung dibandingkan mengikuti kompetisi yang dinilai memiliki alur pelaporan administratif yang lebih kompleks, padahal kegiatan tersebut dapat mendukung pencapaian akreditasi universitas.

“Prestasi di sektor investasi ini dinilai menjadi modal penting, terutama di tengah ancaman krisis ekonomi dan potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mulai mengemuka,” jelasnya, Selasa (31/3/2026). (sonny dinar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *