Example floating
Example floating
BeritaEdukasiEkonomi dan BisnisHeadlineNasional

Seminar FEB Unsrat Bahas Peran Strategis KEK bagi Masyarakat Kawasan Timur Indonesia

65
×

Seminar FEB Unsrat Bahas Peran Strategis KEK bagi Masyarakat Kawasan Timur Indonesia

Sebarkan artikel ini

MANADO, MSN
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar seminar bertajuk “Peran Dampak KEK di Sulut bagi Masyarakat Kawasan Timur Indonesia” di gedung FEB Unsrat, Kamis (19/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sulawesi Utara (Sulut) serta membuka peluang kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah.

Ketua Panitia Dr. Agnes L.Ch. Lapian, SE., MSi., dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia usaha. “Kami juga ingin mendorong terjalinnya kolaborasi yang erat dengan pemerintah agar pengembangan KEK dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Dekan FEB Unsrat Dr. Victor P.K. Lengkong, SE., MSi., saat membuka acara memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya seminar tersebut. Menurutnya, sebagai institusi pendidikan, FEB Unsrat memiliki peran strategis dalam mengarahkan pengembangan akademik, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan riset dan inovasi. “Dengan tata kelola yang profesional dan kolaboratif, kami berupaya menciptakan lingkungan akademik yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing,” tegasnya.

Seminar yang dimoderatori oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Willem J.F. Tumbuan, SE., MSc., PhD., ini menghadirkan narasumber utama Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Nasional (DN) KEK, Dr. Rizal Edwin Manansang Ak., MSc. Dalam pemaparannya, pria yang juga dikenal sebagai personel Trio Libels itu mengupas tuntas potensi sekaligus tantangan pengembangan KEK di Sulut.

Dr. Rizal menyoroti lambatnya pertumbuhan investasi di KEK Likupang meskipun daerah tersebut memiliki daya tarik wisata yang besar. “Koneksi penerbangan langsung ke Manado seharusnya menjadi momentum untuk mempromosikan pariwisata, khususnya di KEK Likupang. Namun, investasi di sana baru mencapai 500 miliar rupiah, jauh tertinggal dibanding KEK Gresik yang sudah menembus 100 triliun rupiah. KEK Bitung pun baru 1,48 triliun,” paparnya.

Ia menekankan perlunya sinergi semua pihak, termasuk akademisi dan mahasiswa, untuk mengkaji solusi terbaik bagi percepatan pengembangan KEK. “Anak muda penuh inisiatif. Saya biasa berdiskusi dengan mahasiswa untuk mendapatkan inspirasi. Unsrat sebagai lembaga akademik dapat berperan aktif dalam riset dan kajian guna mendorong kemajuan KEK di Sulut,” ajaknya.

Personil Trio Libels ini berharap KEK Bitung dan Likupang ke depan mampu menjadi penyangga ekonomi kawasan, tidak hanya berjalan di tempat seperti saat ini. “Mari kita satukan langkah. Ora et Labora, bekerja dan berdoa, agar KEK di Sulut dapat berkembang pesat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (sonny dinar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *