MANADO, MSN
Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) telah menyelesaikan proses pemilihan dekan untuk masa jabatan 2026-2030. Dalam pemilihan yang berlangsung di lingkungan Fapet Unsrat pada Jumat (3/7/2026), Dr. Ir. Stanly O.B. Lombogia, S.Pt, M.Si, IPM berhasil keluar sebagai pemenang.
Dalam kontestasi tersebut, Stanly Lombogia mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Prof. Dr. Ir Jein Rinny Leke, MP IPU dan Prof. Dr. Ir. Tiltje Ransaleleh, MSi. Terpilihnya dekan baru ini menjadi awal babak baru bagi Fapet Unsrat, khususnya dalam upaya penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang peternakan.
Visi dan Program Unggulan
Dikenal sebagai akademisi dan peneliti di bidang peternakan, Stanly Lombogia membawa sejumlah gagasan transformasional dalam pemaparannya. Ia menekankan bahwa periode 2026-2030 merupakan momen krusial yang menuntut respons cepat dan terukur terhadap berbagai tantangan, termasuk penerapan kecerdasan buatan (smart farming), tuntutan industri ramah lingkungan (green livestock), serta upaya pemenuhan gizi protein hewani nasional.
“Apakah Fakultas Peternakan kita hanya akan menjadi penonton, atau menjadi pemimpin arah perubahan tersebut?” ujar Stanly Lombogia saat memaparkan visinya di hadapan para senator.
Komitmen utamanya adalah mentransformasikan Fapet Unsrat menjadi lembaga yang unggul, inovatif, mandiri secara finansial, dan bereputasi internasional, tanpa meninggalkan akar kekuatan lokal yang menjadi ciri khas fakultas.
Tiga Pilar Strategis
Stanly Lombogia mengkristalisasikan program strategisnya ke dalam tiga pilar berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi:
Bidang Pendidikan, ia menawarkan program Fapet Corporate Academy yang mengunci kerja sama strategis dengan industri peternakan skala global. Program ini dirancang untuk menyerap lulusan ke pasar kerja sebelum masa kelulusan tiba.
Bidang Penelitian, prioritas diberikan pada pembangunan Fapet Innovation Hub. Riset dosen dan mahasiswa akan didorong untuk bertransformasi dari dokumen akademik menjadi produk komersial berpaten yang teradopsi industri. Targetnya adalah peningkatan reputasi internasional melalui publikasi di jurnal Scopus Q1 dan Q2.
Bidang Pengabdian, kehadiran kampus ingin dirasakan langsung masyarakat melalui program Desa Ternak Presisi dan Klinik Ternak Bergerak. Hal ini untuk membuktikan bahwa kampus adalah menara air, bukan menara gading.
Tata Kelola Digital
Seluruh program strategis akan ditopang oleh pengelolaan dana yang baik dan tata kelola berbasis digital melalui One-Touch Fapet App guna memangkas birokrasi. Langkah ini bertujuan memberikan ruang bagi dosen untuk fokus meneliti dan mengajar tanpa terjebak dalam urusan administratif.
Mengakhiri pemaparannya, Stanly Lombogia menegaskan bahwa jabatan dekan bukan tentang kekuasaan, melainkan pelayanan untuk memfasilitasi kehebatan seluruh sivitas akademika.
“Perubahan ini tidak bisa saya lakukan sendiri. Saya membutuhkan amanah, kepercayaan, dan kebersamaan dari seluruh anggota Senat,” pungkasnya.
Target ambisius yang dicanangkan adalah membawa Fakultas Peternakan menjadi lembaga yang disegani di Asia Tenggara pada tahun 2030.
Profil Singkat Dekan Terpilih
Dr. Ir. Stanly Oktavianus B. Lombogia, S.Pt., M.Si., IPM lahir di Tondano, 20 Oktober 1975. Rekam jejak akademiknya cukup mumpuni, antara lain menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Pembelajaran (LP3) Unsrat Manado periode 2018-2022, Sekretaris Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan Unsrat Manado 2022-2026, serta Anggota SENAT Unsrat Manado 2023-2027. Ia juga meraih Juara 1 Dosen Berprestasi Fakultas Peternakan tahun 2007.
Di bidang organisasi, ia aktif di berbagai lembaga, termasuk Ketua Persepsi Komda Sulawesi Utara periode 2022-2025 dan 2025-2029, Anggota Persepsi Indonesia, serta Bendahara GMIM Wilayah Pineleng dua periode. Ia juga tercatat sebagai Wakil Ketua BPD Desa Pineleng 2 Indah, Anggota Bidang KONI Manado, dan Wakil Ketua PERHEPI Sulawesi Utara.
Dengan pengalaman akademik dan organisasi yang matang, Stanly Lombogia diharapkan mampu membawa Fapet Unsrat menjadi lebih kompetitif, inovatif, dan berdampak langsung bagi pengembangan sektor peternakan di Sulawesi Utara. (sonny dinar)













