MANADO, MSN
Langkah diplomatik Presiden Prabowo Subianto yang mengunjungi Rusia dan Prancis dinilai membawa perubahan signifikan dalam percaturan politik dunia. Pengamat geopolitik, Joshua Liow, menilai manuver tersebut berhasil membuka Selat Hormus bagi jalur maritim perdagangan dunia hanya dalam waktu tiga hari.
Menurut Joshua, kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia dan Prancis secara cerdas memaparkan kondisi geopolitik global, termasuk ancaman dan solusi perdamaian dunia, kepada para pemimpin kedua negara. Di waktu yang bersamaan, Menteri Pertahanan RI juga dikirim ke Amerika Serikat untuk menjalin kerja sama.
“Eksistensi NKRI patut diperhitungkan oleh AS,” ujar Joshua.
Ia menjelaskan bahwa tekanan AS terhadap Iran melalui China turut mendukung kesepakatan gencatan senjata, yang pada akhirnya mendorong Iran membuka total Selat Hormus bagi lalu lintas perdagangan maritim dunia. Langkah ini sekaligus menepis strategi blokade yang sebelumnya diterapkan AS.
Joshua menekankan bahwa Indonesia telah memainkan peran besar sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, yakni mewujudkan perdamaian dunia yang adil dan beradab. Politik luar negeri bebas aktif Indonesia, lanjutnya, ditunjukkan melalui manuver Presiden Prabowo di panggung internasional.
Hasil dari operasi senyap geostrategi ini, Indonesia disebut memperoleh pasokan minyak dari Rusia sekaligus pengakuan dari AS terhadap politik bebas aktif Indonesia.
“Ini membuktikan bahwa harapan dunia untuk perdamaian terbuka lebar dan Indonesia menjadi pelopor tatanan perdamaian dunia,” ujar Joshua.
Ia berharap eksistensi Indonesia melalui berbagai langkah diplomatik tersebut juga dapat membawa perdamaian bagi Israel dengan negara-negara di sekitarnya. Joshua pun mengingatkan publik agar tidak meragukan kemampuan Presiden Prabowo dalam menguasai peta geopolitik dunia. (sonny dinar)













