Example floating
Example floating
BeritaEdukasiHeadlinePemerintahan

415 Peserta Siap Mengikuti Pelatihan Bahasa dan Budaya untuk Magang ke Jepang, Gubernur Ingatkan Bahaya Kerja Ilegal

507
×

415 Peserta Siap Mengikuti Pelatihan Bahasa dan Budaya untuk Magang ke Jepang, Gubernur Ingatkan Bahaya Kerja Ilegal

Sebarkan artikel ini
Pelatihan Bahasa dan budaya dalam Program Magang ke Jepang.
Pelatihan Bahasa dan budaya dalam Program Magang ke Jepang.

 

MANADO, MSN
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov), Dr Denny Mangala MSi, membuka secara resmi Pelatihan Bahasa dan budaya dalam Program Magang ke Jepang.

Acara tersebut digelar di Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, Selasa (12/8/2025), dan dihadiri oleh Kepala Dikda Sulut, Dr. Femmy Suluh MSi, serta Kepala Bidang Pembinaan SMK, Vecky Panggerego, SPd, MPd.

Sebelumnya, tercatat 1.776 pendaftar dari lulusan SMK se-Sulut. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 415 peserta dinyatakan lulus dari total kuota 450 orang. Sementara itu, hanya 470 peserta yang mengikuti tahap seleksi dari total 1.776 pendaftar.

Dalam sambutannya, Denny Mangala menyampaikan apresiasi kepada peserta yang telah lulus seleksi. “Selama enam bulan ke depan, adik-adik akan menjalani pelatihan sebagai persiapan sebelum berangkat ke Jepang. Ini adalah langkah positif karena memilih jalur resmi, berbeda dengan mereka yang terjebak kerja ilegal di luar negeri,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahaya bekerja secara ilegal, seperti yang dialami sebagian warga Sulut yang menjadi korban perdagangan manusia. “Mereka dijanjikan gaji besar, tetapi justru dokumen dan HP-nya disita, dipaksa bekerja dalam skema penipuan, bahkan ada yang meninggal. Pemerintah Provinsi Sulut berkomitmen melindungi warganya dengan memfasilitasi program magang resmi seperti ini,” tegasnya.

Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan bahasa dan keterampilan selama enam bulan agar peserta siap bekerja di Jepang secara legal. “Tidak ada yang instan. Dalam enam bulan, adik-adik akan dilatih bahasa Jepang agar bisa berkomunikasi dengan baik,” tambah Denny.

Hingga saat ini, sebanyak 459 peserta magang asal Sulut telah berhasil dikirim ke Jepang melalui program serupa. Pemprov Sulut berharap, program ini dapat membuka peluang kerja yang aman dan menguntungkan bagi generasi muda. (sonny dinar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *